Tampilkan postingan dengan label drag bike. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label drag bike. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 24 Maret 2012
KTM 250, Tercepat Setelah Reinforce Sasis!
Tercepat di Kenjeran
Inilah motor yang menjadi bintang di balap bertajuk bertajuk Pertamina Enduro KYT Day Battle Dragbike 201 M 2012 di Kenjeran lalu (26/02). Membukukan waktu tercepat dengan time 7,098 detik. Menyabet semua juara utama di 3 kelas yang diikuti.
Kelas yang diikuti lumayan bergengsi. Yaitu kelas campuran 2-tak s/d 250 cc dan FFA. Membukukan catatan waktu tercepat alias fastest event.
Menurut sang empunya, "Motor ini belum sempurna. Riset baru terbatas di sasis. Mesin belum serius disentuh," jelas Rio Teguh, dari tim Anker S. Hariot Feat Key S Elf SSR. Nama Rio Teguh mungkin asing di balap roda dua. Tapi, di balap mobil, juara speed off road 5 tahun berturut-turut. Mulai 2003-2007 di kelas FFA menggunakan Ford Ranger.
Di speed off road salah satunya kudu mahir merancang bangun sasis mobil. Gimana meracik sasis agar nyaman diajak ngebut hingga 150 km/jam di trek tanah.

Dudukan mesin di rangka bawah. Bikin baru, Sasis direinforce dengan aluminium 1 cm
Nah, pengalaman dan keahliannya diterapkan pada motor KTM 250 cc 2-tak yang sejatinya special engine. "Engine KTM 2003 adalah mesin terbaik yang dibikin KTM saat terakhir balap motoross era 2-tak. Makanya, mesin belum diutak-atik. Yang jadi problem adalah rangka,” tambah Rio.
Bagaimana motor berbasis off road, bisa dipatok sempurna pada sasis motor aspal. Bukan perkara gampang bagi mekanik kebanyakan. Untung Rio dipersenjatai dengan perangkat pengukur sasis dari Amerika yang biasa dipakai merancang mobil off-road.
Bentuknya seperti timbangan. Dengan alat itu, bisa mengukur center gravity yang pas. So, pusat beban motor bisa pas di tengah kendati dudukan mesin di rangka banyak ubahan.
Rangka dasar dipilih dari sasis aluminium khusus Ninja drag. Untuk memasukkan mesin KTM ke frame buatan Thailand itu, dudukan mesin diubah total. Mesin tak dibiarkan menggantung seperti di Ninja, tapi dibuatkan dudukan baru.
Setidaknya, ada 3 engine mounting baru. Pertama, pada rangka tengah yang menghubungkan ke lengan ayun, lalu underbone dan center bone dibuatkan lubang baut. Lubang tidak asal, tapi diukur dulu dengan timbangan tadi. Setelah ketemu di titik mana saja, barulah dibuat lubang baut dudukan mesin.
Biar kuat, semua direinforce alias diperkuat. Contohnya dudukan mesin pada sasis tengah yang berhubungan dengan lengan ayun, ditambah daging aluminium setebal 1 cm.
Setelah dicoba, sasis masih bergetar. Motor masih liar. Pas ditimbang lagi, ketahuan segitiga komstir terlalu ringan. Solusinya menggamit segitiga milik Suzuki FU yang berbahan besi. Sentuhan besi juga menghuni footstep. (motorplus-online.com)
DATA MODIFIKASI
Lengan ayun : Kawak Ninja almu Thailand
Karbu : Keihin FCR MX 41
Pelek depan : 1,60x17
Pelek belakang: 2,50x17
Kelas yang diikuti lumayan bergengsi. Yaitu kelas campuran 2-tak s/d 250 cc dan FFA. Membukukan catatan waktu tercepat alias fastest event.
Menurut sang empunya, "Motor ini belum sempurna. Riset baru terbatas di sasis. Mesin belum serius disentuh," jelas Rio Teguh, dari tim Anker S. Hariot Feat Key S Elf SSR. Nama Rio Teguh mungkin asing di balap roda dua. Tapi, di balap mobil, juara speed off road 5 tahun berturut-turut. Mulai 2003-2007 di kelas FFA menggunakan Ford Ranger.
Di speed off road salah satunya kudu mahir merancang bangun sasis mobil. Gimana meracik sasis agar nyaman diajak ngebut hingga 150 km/jam di trek tanah.
Dudukan mesin di rangka bawah. Bikin baru, Sasis direinforce dengan aluminium 1 cm
Bentuknya seperti timbangan. Dengan alat itu, bisa mengukur center gravity yang pas. So, pusat beban motor bisa pas di tengah kendati dudukan mesin di rangka banyak ubahan.
Rangka dasar dipilih dari sasis aluminium khusus Ninja drag. Untuk memasukkan mesin KTM ke frame buatan Thailand itu, dudukan mesin diubah total. Mesin tak dibiarkan menggantung seperti di Ninja, tapi dibuatkan dudukan baru.
Setidaknya, ada 3 engine mounting baru. Pertama, pada rangka tengah yang menghubungkan ke lengan ayun, lalu underbone dan center bone dibuatkan lubang baut. Lubang tidak asal, tapi diukur dulu dengan timbangan tadi. Setelah ketemu di titik mana saja, barulah dibuat lubang baut dudukan mesin.
Biar kuat, semua direinforce alias diperkuat. Contohnya dudukan mesin pada sasis tengah yang berhubungan dengan lengan ayun, ditambah daging aluminium setebal 1 cm.
Setelah dicoba, sasis masih bergetar. Motor masih liar. Pas ditimbang lagi, ketahuan segitiga komstir terlalu ringan. Solusinya menggamit segitiga milik Suzuki FU yang berbahan besi. Sentuhan besi juga menghuni footstep. (motorplus-online.com)
DATA MODIFIKASI
Lengan ayun : Kawak Ninja almu Thailand
Karbu : Keihin FCR MX 41
Pelek depan : 1,60x17
Pelek belakang: 2,50x17
anker sport
SPORTKU.COM - Ada pemandangan menarik dari salah satu peserta drag bike yang diadakan kemarin (20/03), acara yang diselenggarakan di Kota Harapan Indah Bekasi menampilkan banyak pebalap drag, dari drag race maupun drag bike.
Dan salah satunya Tim Anker Sport AHRS Kawahara ELF, yang terlihat dominan dengan warna kuning. Tim ini dibentuk awal tahun 2011 ini sebelumnya bernama Hariot's Feat Keyspeed hasil bentukan dari Haji Rio Teguh dan Yudi Sanjaya. Dalam event Racewar Drag Races 2011, tim yang belogo jangkar ini menurunkan 5 pebalapnya untuk ikut berlaga dalam ajang adu kecepatan.
Tidak sampai disitu saja, untuk memanjakan pebalapnya agar lebih semangat, Rio Teguh dan Yudi Sanjaya juga menurunkan umbrella girl untuk menemani setiap pebalap ketika menunggu giliran start.
Tidak sampai disitu saja, untuk memanjakan pebalapnya agar lebih semangat, Rio Teguh dan Yudi Sanjaya juga menurunkan umbrella girl untuk menemani setiap pebalap ketika menunggu giliran start.
Salah satu pebalap Anker Sport AHRS Kawahara ELF sedang lakukan persiapan untuk lakukan start

Tampak paddock Anker Sport AHRS Kawahara ELF yang dominan dengan warna kuning

Tampak Rio Teguh sedang berbincang-bincang dengan salah satu pebalapnya
Mekanik tengah sibuk dalam mempersiapkan motornya untuk ikut andil dalam RACEWAR DRAG RACES 2011

Tampak suasana paddock dari Anker Sport AHRS Kawahara ELF

Tampak pebalap Anker Sport AHRS Kawahara ELF sedang memakai helm untuk lakukan start
Umbrella girl memang sengaja dilibatkan dalam Anker Sport AHRS Kawahara ELF untuk memanjakan pebalapnya

'hendra kecil' pemecah rekor
Modif Yamaha Mio, 2010 (Jakarta)
Yamaha Mio, Joki Baru Pecahkan Rekor Super FFA
Meski baru 13 tahun, Hendra yang event ini baru gabung di Tomo Speed Shop bikin geger balapan. Pasalnya, 2 rekor baru langsung dipecahkan dengan waktu 7,040 detik kelas super FFA matik dan 7,055 detik kelas super FFA.
“Ada 3 hal yang bikin rekor baru tercipta. Pertama bobot Hendra cuma 27 kg, lebih ringan dari ketiga pembalap saya. Kedua, dia pintar saat start, meskipun alat untuk start termasuk susah. Ketiga, pilih skubek bore up 300cc dan bukan 350cc,” aku Utomo Tjioe alias Tomo bos Tomo Speed.
Pun begitu, Tomo tidak memberikan setingan mesin Mio bore up 300 cc untuk Hendra lebih galak di putaran bawah. Jusrtu sebaliknya, dengan bobot joki ringan power mesin dimaksimalkan mulai putaran tengah ke atas.
“Kalau galak di putaran bawah, dengan bobot joki ringan takutnya gak bisa kontrol gas. Ban gampang sliding yang dapat menyebabkan hilangnya waktu,” imbuh Tomo yang mengaku pasang rasio kompresi 11 : 1.
Rasio kompresi tak terlalu tinggi buat kejar putaran tengah ke atas, didapat dari piston diameter 66 mm LHK forging yang dicustom ulang kepalanya. Kata Tomo, piston asli rata itu dibikin agak membumbung dan dibuatkan coakan payung klep.
Lalu volume silinder murni 294cc itu disuplai gas bakar karbu NSR SP reamer 34mm dengan setingan spuyer 135/45. Cuma biar debit gas bakar yang masuk dan sisa gas bakar dilepas sesuai kebutuhan mesin, aliran masuk dan buang diatur kem ubahan produk aftermarket.
Secara teknis, pemilik speed shop di Bendungan Jago Raya No. 6-7, Kemayoran, Jakarta Pusat ini mengaku tidak tahu persis ukuran yang tepat berapa derajat durasi dan LSA kem yang dipakai di motornya. Cuma sebagai patokan, tinggi lift kem yang pernah diukur jaraknya ada sekitar 27mm dengan lebar pinggang bubungan 19mm.
“Yang paling baru, diameter payung klep in 34mm dengan diameter batang 5mm dan klep ex 30mm dengan diameter batang 4,5mm bahannya stainless merek SPS. Selain lebih ringan, saat panas enggak gampang berubah bentuk. Performa juga tetap terjaga,” aku Tomo yang gunakan knalpt TSS buat lepas sisa gas bakar.
Ajib bener… (motorplus-online.com)
DATA MODIFIKASI
Ban depan : IRC 45/90-17
Ban belakang : Eat My Dust 50/100-17
Roller: LHK 11 gram
Kampas ganda : LHK
CDI : Sepco
tercepat dragbike surabaya
Modifikasi Yamaha Mio, 2010 (Jakarta)
Yamaha Mio, Tercepat di SBY!
Korekan mekanik Thailand ini sudah mengusung spek baru. “Seperti kruk as kerbau yang sudah punya stroke 86 mm,” jelas Tomo yang bos TSS itu.
Dipadukan dengan piston 69 mm merek LHK. “Jadinya kapasitas silinder bisa dihitung, yaitu hanya 321 cc,” terang Tomo yang memang bermuka terang dari tokonya di Jl. Bendungan Jago Raya, No. 6-7, Kemayoran, Jakarta Pusat.
Untuk kepala silinder juga sudah menggunakan spek terbaru. Mengusung klep isap 35 mm dan buang 31 mm. Sedang spek lama klep isap 34 dan buang 30 mm, sama dengan kelas 300 cc.
Menurut Tomo, ruang bakarnya dibuat model dome. Rasio kompresi sekitar 12 : 1, cukup untuk trek 201 meter
Untuk suplai gas bakarnya, dirasa cukup menggunakan karburator PE 28 yang direamer abis. Lubang venturi dibabat abis sampai 34 mm. Main-jet menggunakan 135 dan pilot-jet 45.
Untuk puli depan pakai dari Yamaha Fino satu set berikut roller. Sedang puli belakang masih dipertahankan standar. “Hanya kampas kopling LHK dan per CVT 2.000 rpm,” jelas Tomo yang mau melepas Mio ini Rp 70 juta.
Piston Forging
Di soal pemilihan piston, juga dipilih produk yang lebih ringan namun lebih kuat. Oleh mekanik Thailand, juga sudah diseting menggunakan piston buatan LHK. Kelebihan piston ini sudah diproses dengan sistem forging. Sehingga dengan begitu, dinding liner bisa dibuat tipis namun kuat.
Melalui sistem forging juga membuat piston alias seher itu jadi lebih enteng. Juga mampu menambah tenaga jadi lebih jreng. Apalagi ring seher juga cukup kecil, sehingga ringan gesekan dan tidak banyak mengurangi tenaga motor.
Menurut Tomo, desain piston mirip kepunyaan Yamaha YZF. Dimensinya yang tidak tinggi pula sudah dipadukan dengan badan piston yang tidak begitu lebar. Untuk motor drag yang harus menempuh waktu singkat, aplikasi ini dirasa sangat cocok. Apalagi piston memang tidak perlu ketahanan, karena hanya menempuh jarak 201 meter.
CC Lebih Kecil
Kapasitas silinder atau cc yang dimiliki Yamaha Mio milik Tomo Speed Shop (TSS) ini memang lebih kecil. Itu jika dibanding Mio milik Miekel Tjanjanto dari MC Racing yang juara 1.
Kalau Yamaha milik MC Racing menggunakan piston diameter 71 mm dengan volume silinder 340 cc. Sedangkan milik TSS diameter piston hanya 69 mm, dengan kapasitas silinder yang hanya 321 cc.
Perbedaan diameter silinder namun tidak di soal stroke atau langkah piston. Sama menggunakan kruk as kerbau terbaru punya stroke 86 mm.
Sedangkan CDI yang dipakai di Mio TSS ini adalah milik Mio lama. “Kodenya Sepco, sebelum keluar CDI Mio label Moric,” tunjuk Tomo. (motorplus-online.com)
DATA MODIFIKASI
Ban depan : Eat My Dust 45/90-17
Ban belakang : Eat My Dust 60/80-17
Knalpot : TSS
Pelek belakang : Comstar 1,20x17
TSS : (021) 935-279-58
mio tomo speed shop (TSS)
Bukan cuma paling kencang di kelas matik 300 cc, juga paling ngacir di semua kelas yang diadakan. “Ini bisa dibilang rekor,” senang Tomo yang bos TSS dari Jl. Bendungan Jago Raya No. 6, Kemayoran, Jakarta Pusat.
Padahal menurut Tomo, besutannya itu hanya 294 cc. Tapi, bisa mengalahkan catatan waktu peserta di kelas FFA 350. Kata Tomo, mesin bikinan mekanik Thailand ini menggunakan piston LHK diame-ter 66 mm. Dan biar torsi enggak lemes, stroke naik jadi 86 mm. Itu setelah pen kruk as maju 14 mm.
“Penyesuain boring bukan cuma diganti lebih panjang. Bagian bawah blok silinder diganjal paking aluminium 3,5 cm. Dan mengganti baut pegangan blok mesin jadi lebih panjang,” lanjut Tomo.
Sedangkan ubahan yang dilakukan pada head silinder juga mirip seperti dilakukan mekanik umumnya. Pakai klep punya lingkar payung 34 mm (in) dan 30 mm (out) batang 5,5 mm merek EE5.
Karena joki masih anak-anak, kem tidak terlalu ekstrem. “Diseting putaran bawah tidak terlalu galak, tapi di rpm atas bisa lebih ketangguhan,” jelas Tomo.
Suplai bahan bakar juga sederhana. “Seperti ketika bertarung di Bekasi kemarin, menggunakan karbu Keihin 28 yang direamer jadi 32 mm. Lalu pakai main-jet 135 dan pilot-jet 45,” urai Tomo yang berkacamata itu. (motorplus-online.com)
DATA MODIFIKASI
Ban depan : IRC 45/90-17
Ban belakang : Vee Rubber 60/80-17
Pelek : Comstar 120/40
Dinamo starter : Mitsuba KLX250
Rasio : 17/39
Roller : 12 gram
Langganan:
Postingan (Atom)