Minggu, 11 September 2011
durhakanya seorang anak
Selain aib yang harus di tanggung, ia pun harus bekerja berat di pabrik untuk membiayai hidupnya. Ketika ia melahirkan putrinya, tidak ada seorang pun yang mendampinginya. Ia tidak mendapatkan kecupan manis maupun ucapan selamat dari siapapun juga, yang ia dapatkan hanya cemohan, karena telahelahirkan seorang bayi haram tanpa bapa. Walaupun demikian ia merasa bahagia sekali atas berkat yang didapatkannya dari Tuhan di mana ia telah dikaruniakan seorang putri. Ia berjanji akan memberikan seluruh kasih sayang yang ia miliki hanya untuk putrinya seorang, oleh sebab itulah putrinya diberi nama Love - Kasih.
Siang ia harus bekerja berat di pabrik dan di waktu malam hari ia harus menjahit sampai jauh malam, karena itu merupakan penghasilan tambahan yang ia bisa dapatkan. Terkadang ia harus menjahit sampai jam 2 pagi, tidur lebih dari 4 jam sehari itu adalah sesuatu kemewahan yang tidak pernah ia dapatkan. Bahkan Sabtu Minggu pun ia masih bekerja menjadi pelayan restaurant. Ini ia lakukan semua agar ia bisa membiayai kehidupan maupun biaya sekolah putrinya yang tercinta. Ia tidak mau menikah lagi, karena ia masih tetap mengharapkan, bahwa pada suatu saat ayah dari putrinya akan datang balik kembali kepadanya, di samping itu ia tidak mau memberikan ayah tiri kepada putrinya.
Sejak ia melahirkan putrinya ia menjadi seorang vegetarian, karena ia tidak mau membeli daging, itu terlalu mahal baginya, uang untuk daging yang seyogianya ia bisa beli, ia sisihkan untuk putrinya. Untuk dirinya sendiri ia tidak pernah mau membeli pakaian baru, ia selalu menerima dan memakai pakaian bekas pemberian orang, tetapi untuk putrinya yang tercinta, hanya yang terbaik dan terbagus ia berikan, mulai dari pakaian sampai dengan makanan.
Pada suatu saat ia jatuh sakit, demam panas. Cuaca di luaran sangat dingin sekali, karena pada saat itu lagi musim dingin menjelang hari Natal. Ia telah menjanjikan untuk memberikan sepeda sebagai hadiah Natal untuk putrinya, tetapi ternyata uang yang telah dikumpulkannya belum mencukupinya. Ia tidak ingin mengecewakan putrinya, maka dari itu walaupun cuaca diluaran dingin sekali, bahkan dlm keadaan sakit dan lemah, ia tetap memaksakan diri untuk keluar rumah dan bekerja. Sejak saat tersebut ia kena penyakit rheumatik, sehingga sering sekali badannya terasa sangat nyeri sekali. Ia ingin memanjakan putrinya dan memberikan hanya yang terbaik bagi putrinya walaupun untuk ini ia harus bekorban, jadi dlm keadaan sakit ataupun tidak sakit ia tetap bekerja, selama hidupnya ia tidak pernah absen bekerja demi putrinya yang tercinta.
Karena perjuangan dan pengorbanannya akhirnya putrinya bisa melanjutkan studinya diluar kota. Di sana putrinya jatuh cinta kepada seorang pemuda anak dari seorang konglomerat beken. Putrinya tidak pernah mau mengakui bahwa ia masih mempunyai orang tua. Ia merasa malu bahwa ia ditinggal minggat oleh ayah kandungnya dan ia merasa malu mempunyai seorang ibu yang bekerja hanya sebagai babu pencuci piring di restaurant. Oleh sebab itulah ia mengaku kepada calon suaminya bahwa kedua orang tuanya sudah meninggal dunia Pada saat putrinya menikah, ibunya hanya bisa melihat dari jauh dan itupun hanya pada saat upacara pernikahan di gereja saja. Ia tidak diundang, bahkan kehadirannya tidaklah diinginkan. Ia duduk di sudut kursi paling belakang di gereja, sambil mendoakan agar Tuhan selalu melindungi dan memberkati putrinya yang tercinta. Sejak saat itu bertahun-tahun ia tidak mendengar kabar dari putrinya, karena ia dilarang dan tidak boleh menghubungi putrinya. Pada suatu hari ia membaca di koran bahwa putrinya telah melahirkan seorang putera, ia merasa bahagia sekali mendengar berita bahwa ia sekarang telah mempunyai seorang cucu. Ia sangat mendambakan sekali untuk bisa memeluk dan menggendong cucunya, tetapi ini tidak mungkin, sebab ia tidak boleh menginjak rumah putrinya. Untuk ini ia berdoa tiap hari kepada Tuhan, agar ia bisa mendapatkan kesempatan untuk melihat dan bertemu dengan anak dan cucunya, karena keinginannya sedemikian besarnya untuk bisa melihat putri dan cucunya, ia melamar dengan menggunakan nama palsu untuk menjadi babu di rumah keluarga putrinya.
Ia merasa bahagia sekali, karena lamarannya diterima dan diperbolehkan bekerja disana. Di rumah putrinya ia bisa dan boleh menggendong cucunya, tetapi bukan sebagai Oma dari cucunya melainkan hanya sebagai babu dari keluarga tersebut. Ia merasa berterima kasih sekali kepada Tuhan, bahwa ia permohonannya telah dikabulkan.
Di rumah putrinya, ia tidak pernah mendapatkan perlakuan khusus, bahkan binatang peliharaan mereka jauh lebih dikasihi oleh putrinya daripada dirinya sendiri. Di samping itu sering sekali dibentak dan dimaki oleh putri dan anak darah dagingnya sendiri, kalau hal ini terjadi ia hanya bisa berdoa sambil menangis di dlm kamarnya yang kecil di belakang dapur. Ia berdoa agar Tuhan mau mengampuni kesalahan putrinya, ia berdoa agar hukuman tidak dilimpahkan kepada putrinya, ia berdoa agar hukuman itu dilimpahkan saja kepadanya, karena ia sangat menyayangi putrinya.
Setelah bekerja bertahun-tahun sebagai babu tanpa ada orang yang mengetahui siapa dirinya dirumah tersebut, akhirnya ia menderita sakit dan tidak bisa bekerja lagi. Mantunya merasa berhutang budi kepada pelayan tuanya yang setia ini sehingga ia memberikan kesempatan untuk menjalankan sisa hidupnya di rumah jompo.
Puluhan tahun ia tidak bisa dan tidak boleh bertemu lagi dengan putri kesayangannya. Uang pension yang ia dapatkan selalu ia sisihkan dan tabung untuk putrinya, dengan pemikiran siapa tahu pada suatu saat ia membutuhkan bantuannya.
Pada tahun lampau beberapa hari sebelum hari Natal, ia jatuh sakit lagi, tetapi ini kali ia merasakan bahwa saatnya sudah tidak lama lagi. Ia merasakan bahwa ajalnya sudah mendekat. Hanya satu keinginan yang ia dambakan sebelum ia meninggal dunia, ialah untuk bisa bertemu dan boleh melihat putrinya sekali lagi. Di samping itu ia ingin memberikan seluruh uang simpanan yang ia telah kumpulkan selama hidupnya, sebagai hadiah terakhir untuk putrinya.
Suhu diluaran telah mencapai 17 derajat di bawah nol dan salujupun turun dengan lebatnya, jangankan manusia anjingpun pada saat ini tidak mau keluar rumah lagi, karena di luaran sangat dingin, tetapi Nenek tua ini tetap memaksakan diri untuk pergi ke rumah putrinya. Ia ingin betemu dengan putrinya sekali lagi yang terakhir kali. Dengan tubuh menggigil karena kedinginan, ia menunggu datangnya bus berjam-jam di luaran. Ia harus dua kali ganti bus, karena jarak rumah jompo tempat di mana ia tinggal letaknya jauh dari rumah putrinya. Satu perjalanan yang jauh dan tidak mudah bagi seorang nenek tua yang berada dlm keadaan sakit.
Setiba di rumah putrinya dlm keadaan lelah dan kedinginan ia mengetuk rumah putrinya dan ternyata purtinya sendiri yang membukakan pintu rumah gedong di mana putrinya tinggal. Apakah ucapan selamat datang yang diucapkan putrinya ? Apakah rasa bahagia bertemu kembali dengan ibunya? Tidak! Bahkan ia ditegor: "Kamu sudah bekerja di rumah kami puluhan tahun sebagai pembantu, apakah kamu tidak tahu bahwa untuk pembantu ada pintu khusus, ialah pintu di belakang rumah!"
"Nak, Ibu datang bukannya untuk bertamu melainkan hanya ingin memberikan hadiah Natal untukmu. Ibu ingin melihat kamu sekali lagi, mungkin yang terakhir kalinya, bolehkah saya masuk sebentar saja, karena di luaran dingin sekali dan sedang turun salju. Ibu sudah tidak kuat lagi nak!" kata wanita tua itu.
"Maaf saya tidak ada waktu, di samping itu sebentar lagi kami akan menerima tamu seorang pejabat tinggi, lain kali saja. Dan kalau lain kali mau datang telepon dahulu, jangan sembarangan datang begitu saja!" ucapan putrinya dengan nada kesal. Setelah itu pintu ditutup dengan keras. Ia mengusir ibu kandungnya sendiri, seperti juga mengusir seorang pengemis.
Tidak ada rasa kasih, jangankan kasih, belas kasihanpun tidak ada. Setelah beberapa saat kemudian bel rumah bunyi lagi, ternyata ada orang mau pinjam telepon di rumah putrinya "Maaf Bu, mengganggu, bolehkah kami pinjam teleponnya sebentar untuk menelpon ke kantor polisi, sebab di halte bus di depan ada seorang nenek meninggal dunia, rupanya ia mati kedinginan!"
Wanita tua ini mati bukan hanya kedinginan jasmaniahnya saja, tetapi juga perasaannya. Ia sangat mendambakan sekali kehangatan dari kasih sayang putrinya yang tercinta yang tidak pernah ia dapatkan selama hidupnya
- kaskus.us
Senin, 04 Juli 2011
renungan SMP-SMA
udah ngapain aja lu sampe sekarang? selama lu di SMP, udah ngapain aja? udah dapet apa aja? udah jadi apa sekarang?
kalo lu jadi manajer, bos atau sebagainya (nanti), lu bisa hidup tenang dan senang.
tapi kalo lu nantinya malah jadi pengangguran, atau ga bisa jadi orang (istilahnya) dan jauh dari apa yg lo cita-citakan waktu SMP, lo pasti bakal nyesel!!
lu bakal sedih kalo nginget-nginget waktu SMP,
kenapa cepet banget berlalunya? kenapa dulu lu gak begini?
kenapa dulu lu gak begitu? kenapa sekarang udah SMA?
kenapa masa SMP sebentar banget, kenapa ga lamaan dikit?
kenapa dulu lu begini? kenapa dulu lu begitu?
kenapa jadi begini? kenapa jadi begitu?
kenapa, kenapa dan kenapa?
lu bakal sedih, lu bakal nangis, lu bakal nyesel, lu pingin balik lagi ke SMP
STOP !!
jangan berpikir kaya gitu, gak mungkin bisa. seberapa keras-pun lu usaha, lu sekarang udah SMA. ga akan mungkin bisa balik lagi ke masa SMP. ini real, dunia nyata. ga ada mesin waktunya Doraemon, ga ada yg bisa nolong lu
semua udah terlanjur. kalo lu flashback lagi, banyak kesalahan yg udah lu lakuin. ada diantara lu semua yg waktu SMP cuma main-main aja? ga belajar tapi lulus? cuma bercanda doang? dan sekarang udah SMA. masa SMA cuma sekali, jadi harus kita nikmatin
tapi, seandainya waktu di sekolah kita belajar dengan serius dan waktu pulang kita baru main-main sama teman-teman yg lain, lu dapet nilai-nilai bagus. lu jadi banyak tahu, lu jadi pinter dan lu juga dapet kesenangan sama teman-teman lu, ga salah kan?
gini loh, lu sekarang udah jadi siswa SMA. inget ga sih masa-masa lu SMP? kalo waktu itu lu lagi sedih, tertekan, kepayahan, dll pasti sekarang lo ketawa-ketawa ingetnya
masa-masa suram waktu itu, jadi indah dan menyenangkan banget kan kalo diinget-inget lagi
tapi lama-kelamaan.....lu bakal sedih
karena masa-masa indah itu telah berlalu, walau lu bisa nemuin orang-orang yg ada dalam kenangan masa SMP lu, belum tentu semua nya tetep sama. bisa aja ada yg berubah, sometimes people change, right?
sekarang bukan waktunya termenung,lu harus sigap, coba ubah deh pola hidup lu, ubah pola pikir lu. mumpung masih SMA, lu benerin diri lo sebelum telat. lu harus fokus, timbulin tekat di dalam diri lu. lulus SMA nanti, lu harus bisa jadi orang (istilahnya), lu harus bisa gapai cita-cita lu, dokter, pejabat, arsitek, dll
dan saat dewasa nanti, lo inget lagi masa-masa sekarang. dengan usaha lo sendiri, lu hubungin teman-teman lu di SMA, lu ajak kumpul semuanya, lu liat gimana jadinya
lu bisa bangga sama teman-teman lo yg juga berhasil kaya lu. dan kalo masih ada teman lu yg belum berhasil, lu ajak dia. lu buat dia supaya bisa kaya lu. ga usah segan buat ngasih dia pekerjaan, ga usah segan buat ngasih beberapa duit dan tenaga lu buat dia.
dia teman lu, salah satu bagian dari masa lalu lu, salah satu bagian dari masa SMA lu, salah satu bagian dari masa INDAH lu. apa yg lu rasain saat itu, pas lu kumpul sama teman-teman SMA lo, pas lu udah berhasil?
cuma satu pesan gua. semua yg udah berlalu ga akan bisa kembali lagi. memori itu jauh lebih berharga dibandingkan uang. makanya dengan usaha lu sendiri, jadiin diri lo yg sekarang sebagai orang yg bener. supaya nanti lo punya memori yg ga bikin lo nyesel, karena lo bakal bilang untung gua dulu kayak gitu!
Senin, 20 Juni 2011
kesalahan yang tidak diduga
Inikah nasib? Terlahir sebagai menantu bukan pilihan.
Tapi aku dan Kania harus tetap menikah. Itu sebabnya kami
ada di Kantor Catatan Sipil. Wali kami pun wali hakim. Dalam
tiga puluh menit, prosesi pernikahan kami selesai. Tanpa
sungkem dan tabur melati atau hidangan istimewa d! an salam
sejahtera dari kerabat. Tapi aku masih sangat bersyukur
karena Lukman dan Naila mau hadir menjadi saksi. Umurku
sudah menginjak seperempat abad dan Kania di bawahku..
Cita-cita kami sederhana,ingin hidup bahagia.
22 tahun yang lalu,
Pekerjaanku tidak begitu elit, tapi cukup untuk biaya makan
keluargaku. Ya, keluargaku. Karena sekarang aku sudah punya
momongan. Seorang putri, kunamai ia Kamila. Aku berharap ia
bisa menjadi perempuan sempurna, maksudku kaya akan budi
baik hingga dia tampak ! sempurna. Kulitnya masih merah,
mungkin karena ia baru berumur seminggu. Sayang, dia tak
dijenguk kakek-neneknya dan aku merasa prihatin. Aku harus
bisa terima nasib kembali, orangtuaku dan orangtua Kania tak
mau menerima kami.. Ya sudahlah. Aku tak berhak untuk
memaksa dan aku tidak membenci mereka. Aku hanya yakin,
suatu saat nanti, mereka pasti akan berubah.
19 tahun yang lalu,
Kamilaku gesit dan lincah. Dia sekarang sedang senang
berlari-lari, melompat-lompat atau meloncat dari meja ke
kursi la! lu dari kursi ke lantai kemudian berteriak
'Horeee, Iya bisa terbang'. Begitulah dia
memanggil namanya sendiri, Iya. Kembang senyumnya selalu
merekah seperti mawar di pot halaman rumah. Dan Kania tak
jarang berteriak, 'Iya sayaaang,' jika sudah
terdengar suara 'Prang'. Itu artinya, ada yang
pecah, bisa vas bunga, gelas, piring, atau meja kaca..
Terakhir cermin rias ibunya yang pecah. Waktu dia melompat
dari tempat tidur ke lantai, boneka kayu yang dipegangnya
terpental. Dan dia cuma bilang 'Kenapa semua kaca di
rumah ini selalu pecah, Ma?'
18 tahun yang lalu,
Hari ini Kamila ulang tahun. Aku sengaja pulang lebih awal
dari pekerjaanku agar bisa membeli hadiah dulu. Kemarin
lalu dia merengek minta dibelikan bola. Kania tak
membelikannya karena tak mau anaknya jadi tomboy apalagi
jadi pemain bola seperti yang sering diucapkannya.
'Nanti kalau sudah besar, Iya mau jadi pemain
bola!' tapi aku tidak suka dia menangis terus minta
bola, makanya kubelikan ia sebuah bola. Paling tidak aku
bisa punya lawan main setiap sabtu sore. Dan seperti yang
sudah kuduga, dia bersorak kegirangan waktu kutunjukkan bola
itu. 'Horee, Iya jadi pemain bola.'
17 Tahun yang lalu
Iya, Iya. Bapak kan sudah bilang jangan main bola di jalan.
Mainnya di rumah aja. Coba kalau ia nurut, Bapak kan tidak
akan seperti ini. Aku tidak tahu bagaimana Kania bisa tidak
tahu Iya menyembunyikan bola di tas sekolahnya. Yang aku
tahu, hari itu hari sabtu dan aku akan menjemputnyanya dari
sekolah. Kulihat anakku sedang asyik menendang bola
sepanjang jalan pulang dari sekolah dan ia semakin ketengah
jalan. Aku berlari menghampirinya, rasa khawatirku
mengalahkan kehati-hatianku dan 'Iyaaaa'. Sebuah
truk pasir telak menghantam tubuhku, lindasan ban besarnya
berhenti di atas dua kakiku. Waktu aku sadar, dua kakiku
sudah diamputasi. Ya Tuhan, bagaimana ini. Bayang-bayang
kelam menyelimuti pikiranku, tanpa kaki, bagaimana aku
bekerja sementara
pekerjaanku mengantar barang dari perusahaan ke rumah
konsumen. Kulihat Kania menangis sedih, bibir cuma berkata
'Coba kalau kamu tak belikan ia bola!'
15 tahun yang lalu,
Perekonomianku morat marit setelah kecelakaan. Uang
pesangon habis untuk ke rumah sakit dan uang tabungan
menguap jadi asap dapur. Kania mulai banyak mengeluh dan Iya
mulai banyak dibe! ntak. Aku hanya bisa membelainya. Dan
bilang kalau Mamanya sedang sakit kepala makanya cepat
marah. Perabotan rumah yang bisa dijual sudah habis. Dan aku
tak bisa berkata apa-apa waktu Kania hendak mencari ke luar
negeri. Dia ingin penghasilan yang lebih besar untuk
mencukupi kebutuhan Kamila. Diizinkan atau tidak diizinkan
dia akan tetap pergi. Begitu katanya. Dan akhirnya dia
memang pergi ke Malaysia .
13 tahun yang lalu,
Setahun sejak keper! gian Kania, keuangan rumahku sedikit
membaik tapi itu hanya setahun. Setelah itu tak terdengar
kabar lagi. Aku harus mempersiapkan uang untuk Kamila masuk
SMP. Anakku memang pintar dia loncat satu tahun di SD-nya.
Dengan segala keprihatinan kupaksakan agar Kamila bisa
melanjutkan sekolah. aku bekerja serabutan, mengerjakan
pekerjaan yang bisa kukerjakan dengan dua tanganku. Aku
miris, menghadapi kenyataan. Menyaksikan anakku yang tumbuh
remaja dan aku tahu dia ingin menikmati dunianya. Tapi
keadaanku mengurungnya dalam segala kekurangan. Tapi aku
harus kuat. Aku harus tabah untuk mengajari Kamila hidup
tegar.
10 tahun yang lalu,
Aku sedih, semua tetangga sering mengejek kecacatanku.
Dan Kamila hanya sanggup berlari ke dalam rumah lalu
sembunyi di dalam kamar. Dia sering jadi bulan-bulanan
hinaan teman sebayanya. Anakku cantik, seperti ibunya.
'Biar cantik kalo kere ya kelaut aje.' Mungkin
itu kata-kata yang sering kudengar. Tapi anakku memang sabar
dia tidak marah walau tak urung menangis juga.
'Sabar ya, Nak!' hiburku.
'Pak, Iya pake jilbab aja ya, biar tidak
diganggu!' pintanya padaku. Dan aku menangis. Anakku
maafkan bapakmu, hanya itu suara yang sanggup kupendam dalam
hatiku. Sejak hari itu, anakku tak pernah lepas dari
kerudungnya. Dan aku bahagia. Anakku, ternyata kamu sudah
semakin dewasa. Dia selalu tersenyum padaku. Dia tidak
pernah menunjukkan
kekecewaannya padaku karena sekolahnya hanya terlambat di
bangku SMP.!
7 tahun yang lalu,
Aku merenung seharian. Ingatanku tentang Kania, istriku,
kembali menemui pikiranku. Sudah bertahun-tahun tak kudengar
kabarnya. Aku tak mungkin bohong pada diriku sendiri, jika
aku masih menyimpan rindu untuknya. Dan itu pula yang
membuat aku takut. Semalam Kamila bilang dia ingin menjadi
TKI ke Malaysia . Sulit baginya mencari pekerjaan di sini
yang cuma lulusan SMP.. Haruskah aku melepasnya karena
alasan ekonomi. Dia bilang aku sudah tua, tenagaku mulai
habis dan dia ingin agar aku beristirahat. Dia berjanji akan
rajin mengirimi aku uang dan menabung untuk modal. Setelah
itu dia akan pulang, menemaniku kembali dan membuka usaha
kecil-kecilan. Seperti waktu lalu, kali ini pun aku tak
kuasa untuk menghalanginya. Aku hanya berdoa agar Kamilaku
baik-baik saja.
4 tahun lalu,
Kamila tak pernah telat ! mengirimi aku uang. Hampir tiga
tahun dia di sana . Dia bekerja sebagai seorang pelayan di
rumah seorang nyonya. Tapi Kamila tidak suka dengan
laki-laki yang disebutnya datuk. Matanya tak pernah siratkan
sinar baik. Dia juga dikenal suka perempuan. Dan nyonya itu
adalah istri mudanya yang keempat. Dia bilang dia sudah
ingin pulang. Karena akhir-akhir ini dia sering diganggu.
Lebaran tahun ini dia akan berhenti bekerja. Itu yang kubaca
dari suratnya. Aku senang mengetahui itu dan selalu menunggu
hingga masa itu tiba. Kamila bilang, aku jangan pernah lupa
salat dan kalau kondisiku sedang baik usahakan untuk salat
tahajjud. Tak perlu memaksakan untuk puasa sunnah yang pasti
setiap bulan Ramadhan aku harus berusaha sebisa mungkin
untuk kuat hingga beduk manghrib berbunyi. Kini anakku lebih
pandai menasihati daripada aku. Dan aku bangga.
3 tahun 6 bulan yang lalu,
Inikah badai? Aku mendapat surat dari kepolisian
pemerintahan Malaysia , kabarnya anakku ditahan. Dan dia
diancam hukuman mati, karena dia terbukti membunuh suami
majikannya. Sesak dadaku mendapat kabar ini. Aku menangis,
aku tak percaya. Kamilaku yang lemah lembut tak mungkin
membunuh. Lagipula kenapa dia harus membunuh. Aku meminta
bantuan hukum dari Indonesia untuk menyelamatkan anakku dari
maut. Hampir setahun aku gelisah menunggu kasus anakku
selesai. Tenaga tuaku terkuras dan airmataku habis. Aku
hanya bisa memohon agar anakku tidak dihukum mati andai dia
memang bersalah.
2 tahun 6 bulan yang lalu,
Akhirnya putusan itu jatuh juga, anakku terbukti bersalah.
Dan dia harus menjalani ! hukuman gantung sebagai
balasannya. Aku tidak bisa apa-apa selain menangis
sejadinya. Andai aku tak izinkan dia pergi apakah nasibnya
tak akan seburuk ini? Andai aku tak belikan ia bola apakah
keadaanku pasti lebih baik? Aku kini benar-benar sendiri.
Wahai Allah kuatkan aku.
Atas permintaan anakku aku dijemput terbang ke Malaysia .
Anakku ingin aku ada di sisinya disaat terakhirnya.
Lihatlah, dia kurus sekali. Dua matanya sembab dan bengkak.
Ingin rasanya aku berlari tapi apa daya kakiku tak ada.. Aku
masuk ke dalam ruangan pertemuan itu, dia berhambur ke
arahku, memelukku erat, seakan tak ingin melepaskan aku.
'Bapak, Iya Takut!' aku memeluknya lebih erat
lagi. Andai bisa ditukar, aku ingin menggantikannya.
'Kenapa, Ya, kenapa kamu membunuhnya sayang?'
'Lelaki tua itu ingin Iya tidur dengannya, Pak. Iya
tidak mau. Iya dipukulnya. Iya takut, Iya dorong dan dia
jatuh dari jendela kamar. Dan dia mati. Iya tidak salah kan
, Pak!' Aku perih mendengar itu. Aku iba dengan nasib
anakku. Masa mudanya hilang begitu saja. Tapi aku bisa
apa, istri keempat lelaki tua itu menuntut agar anakku
dihukum mati. Dia kaya dan lelaki itu juga orang terhormat.
Aku sudah berusaha untuk memohon keringanan bagi anakku,
tapi menemuiku pun ia tidak mau. Sia-sia aku tinggal di
Malaysia selama enam bulan untuk memohon hukuman pada wanita
itu.
2 tahun yang lalu,
Hari ini, anakku akan dihukum gantung. Dan wanita itu akan
hadir melihatnya. Aku mendengar dari petugas jika dia sudah
datang dan ada di belakangku. Tapi aku tak ingin melihatnya.
Aku melihat isyarat tangan dari hakim di sana . Petugas itu
membuka papan yang diinjak anakku. Dan 'blass'
Kamilaku kini tergantung. Aku tak bisa lagi menangis.
Setelah yakin suda! h mati, jenazah anakku diturunkan
mereka, aku mendengar langkah kaki menuju jenazah anakku.
Dia menyibak kain penutupnya dan tersenyum sinis. Aku
mendongakkan kepalaku, dan dengan mataku yang samar oleh air
mata aku melihat garis wajah yang kukenal.
'Kania?'
'Mas Har, kau ... !'
'Kau ... kau bunuh anakmu sendiri, Kania!'
'Iya? Dia..dia . Iya?' serunya getir menunjuk
jenazah anakku.
'Ya, dia Iya kita. Iya yang ingin jadi pemain bola
jika sudah besar.'
'Tidak ... tidaaak ... ' Kania berlari ke arah
jenazah anakku. Diguncang tubuh kaku itu sambil menjerit
histeris. Seorang petugas menghampiri Kania dan memberikan
secarik kertas yang tergenggam di tangannya waktu dia
diturunkan dari tiang gantungan. Bunyinya 'Terima kasih
Mama.' Aku baru sadar, kalau dari dulu Kamila sudah
tahu wanita itu ibunya.
Setahun lalu,
Sejak saat itu istriku gila. Tapi apakah dia masih istriku.
Yang aku tahu, aku belum pernah menceraikannya. Terakhir
kudengar kabarnya dia mati bunuh diri. Dia ingin dikuburkan
di samping kuburan anakku, Kamila. Kata pembantu yang
mengantarkan
jenazahnya padaku, dia sering berteriak, 'Iya
sayaaang, apalagi yang pecah, Nak.' Kamu tahu Kania,
kali ini yang pecah adalah hatiku.
Kamis, 16 Juni 2011
penyesalan
Dia bermain diluar rumah. Dia bermain ayunan, berayun-ayun di atas ayunan yang dibeli papanya, ataupun memetik bunga matahari, bunga kertas dan lain-lain di halaman rumahnya.
Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dia pun mencoret semen tempat mobil ayahnya diparkirkan tetapi karena lantainya terbuat dari marmer, coretan tidak kelihatan. Dicobanya pada mobil baru ayahnya. Ya… karena mobil itu bewarna gelap, coretannya tampak jelas. Apa lagi kanak-kanak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.
Hari itu bapak dan ibunya mengendarai motor ke tempat kerja karena ada perayaan Thaipusam sehingga jalanan macet. Setelah penuh coretan yg sebelah kanan dia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari si pembantu rumah.
Pulang petang itu, terkejutlah ayah ibunya melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan angsuran. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit,
Ayah: “Kerjaan siapa ini?”
Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah padam ketakutan, lebih-lebih melihat wajah bengis tuannya.
Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan ‘Tak tahu… !”
Ibu: “Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?” hardik si isteri lagi
Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata, “Ita yg membuat itu papa…. cantik kan!” katanya sambil memeluk papanya ingin bermanja seperti biasa. Namun, Si ayah yang hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon bunga raya di depannya, terus dipukulkannya berkali-kali ke telapak tangan anaknya.
Si anak yang tak mengerti apa-apa terlolong-lolong kesakitan sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya. Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan. Pembantu rumah terbengong, tdk tahu hrs berbuat apa?. Si bapak cukup rakus memukul-mukul tangan kanan dan kemudian tangan kiri anaknya.
Setelah si bapak masuk ke rumah dituruti si ibu, pembantu rumah menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar. Dilihatnya telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka-luka dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiram air sambil dia ikut menangis. Anak kecil itu juga terjerit-jerit menahan kepedihan saat luka-lukanya itu terkena air. Si pembantu rumah kemudian menidurkan anak kecil itu. Si bapak sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah.
Keesokkan harinya, kedua-dua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu. “Oleskan obat saja!” jawab tuannya, bapak si anak. Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si bapak konon mau mengajar anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu tetapi setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. “Ita demam…”jawab pembantunya ringkas. ”Kasih minum panadol” jawab si ibu.
Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Ita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lg pintu kamar pembantunya. Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Ita terlalu panas. “Sore nanti kita bawa ke klinik. Pukul 5.00 siap” kata majikannya itu. Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan ia dirujuk ke hospital karena keadaannya serius. Setelah seminggu di rawat inap doktor memanggil bapak dan ibu anak itu.
“Tidak ada pilihan..” katanya yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong karena gangren yang terjadi sudah terlalu parah.
“Ia sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya kedua tangannya perlu dipotong dari siku ke bawah” kata doktor.
Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yg dapat dikatakan. Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si bapak terketar-ketar menandatangani surat persetujuan pembedahan.
Keluar dari bilik pembedahan, selepas obat bius yang suntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga heran melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata.
“Papa.. Mama… Ita tidak akan melakukannya lagi. Ita tak mau dipukul papa. Ita tak mau jahat. Ita sayang papa.. sayang mama.” katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya.
“Ita juga sayang Kak Narti..” katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuatkan gadis dari Surabaya itu meraung histeris.
“Papa.. kembalikan tangan Ita. Untuk apa diambil.. Ita janji tdk akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Ita mau makan nanti? Bagaimana Ita mau bermain nanti? Ita janji tdk akan mencoret-coret mobil lagi,” katanya berulang-ulang.
Serasa copot jantung si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung-raung dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi, tiada manusia dapat menahannya
kaskus.us
Rabu, 15 Juni 2011
tidak putus asa
pada suatu hari iwan sedang beristirahat di kantornya. ia makan keluar, karena kantin di kantornya sudah penuh. ketika ia sudah keluar kantor ia langsung membeli rokok, agar setelah makan tidak repot lagi mencari rokok. setelah itu dia pergi ke warung nasi padang. setelah ia masuk, tempat duduk di warung tersebut penuh, dan ia terpaksa makan diluar. ketika ia keluar, ia duduk di bangku panjang. di bangku tersebut ada seorang kakek kakek yang sudah tua, rambutnya putih dan kurus sambil membawa karung besar yg berisikan botol plastik dll. lalu iwan menyapa kakek tua tersebut :
I: sedang menunggu apa kek?
K: tidak menunggu apa apa mas, hanya sedang beristirat setelah mencari barang bekas seharian
I: emang kakek nyari dari jam berapa dan nyari kemana aja?
K: dari pagi mas, ya cuma keliling daerah sini aja mas
I: ooh gitu pak
lalu iwan membakar rokok yang telah ia beli. ia menawarkan kepada kakek tersebut. tiba tiba kakek tersebut mengusap ngusap kepalanya yang sedang pusing
I: kakek pusing? emg ya kek panas kayak gini bikin kepala pusing
K: iya nih mas, agak pusing. capek saya
I: bapak ngerokok? ini pak saya punya. ambil saja
K: oh tidak mas makasih, sayang uangnya. mendingan buat beli makan
iwan pun agak tersenggol hatinya. lalu ia menginjak rokoknya. tidak lama kemudian iwan mendengar suara perut yang sudah lapar. iwan pun spontan menengok ke arah kakek tersebut
I: kakek belum makan?
K: (senyum) belum mas, aga nanti mungkin
I: wah tar tambah pusing kek?
K : iya mas saya udah biasa kok
iwan mendengar lagi suara perut tersebut. iwan pun berfikir kalau sebenarnya kakek tersebut bukan lg gamau makan, tp ia sedang gak punya duit dan gabisa makan. iwan pun segera pergi ke warung nasi padang tersebut dan memesan makanan untuknya. ia berinisiatif untuk membelikan kakek itu makan, tetapi ia tidak ingin memberi langsung. karena ia takut kakek tersebut berfikir negatif. ia berpura pura kalau temannya tidak datang, padahal nasinya sudah dipesan
I: yaah masa temen saya gajadi dateng kek. padahal kan saya sudah pesan makanan
K: yasudah bungkus aja nasinya. untuk makan nanti sore
I: yah kek, keburu basi. kakek saja yang memakannya. lagi pula kan kakek belum makan
K: aduh mas, tidak usah. saya tidak punya uang untuk menggantinya
I: (benar kan firasat saya). sudah gausah bayar kek. lagi pula saya hari ini ulang tahun kok. jadi kakek terima aja (boong)
K: benar mas? aduh makasih banyak ya mas. selamat ulang tahun ya mas, semoga dibalas sama yang diatas
I: iya kek sama sama. amin kek doanya. saya pesankan minum ya kek. pasti kakek haus
K: udah mas gausah. ini saja sudah cukup merepotkan mas
iwan pun memesan 2 es teh manis.
K: loh mas? saya kan ga mesan?
I: iya kek, saya beli 2. haus banget soalnya saya (boong)
tanpa disadari, kakek tersebut pun meneteskan air matanya. lalu iwan pun bingung kenapa kakek tersebut menangis
K: mas, saya makasih sudah dibelikan makanan. saya belum makan dari kemarin sebetulnya. cuma saya malu mas, saya inginnya beli makan sama uang sendiri karena saya bukan pengemis. saya sebetulnya lapar sekali mas, tapi saya belum dapet uang hasil nyari barang bekas
setelah mendengar itu, hati iwan terasa perih. secara gasadar, iwan hampir saja meneteskan air mat, tetapi ia belaga sok cool
I: yauda, kakek makan aja nasinya. nanti kalau kurang saya pesankan lagi ya kek? jangan malu-malu
K: (masi nangis) iya mas. makasih banyak ya mas. nanti yang diatas yang bales
I: iya kek makasih doanya
Akhirnya iwan makan berdua ama beliau, sambil cerita-cerita. dari cerita beliau iwan tau kalo beliau punya dua anak, yang satu udah meninggal karena kecelakaan. yang satunya udah pergi dari rumah ga pulang-pulang udah 3 tahun. istri beliau udah meninggal krn kena kanker tahun lalu. dan parahnya lagi rumahnya diambil ama orang kredit gara-gara ga bisa ngelunasin uang pinjaman buat ngobatin istrinya. iwan pun sedih mendengarnya. sebatang kara, ga punya rumah, anaknya durhaka, jarang makan. malah beliau crita pernah dipalak preman waktu mulung di jakarta
karena iwan belom mengambil uang, ia hanya mengasih uang sisa kembalian nasi padang tersebut. tetapi kakek tersebut menolaknya. dan akhirnya kakek tersebut menerimanya karena sedikit paksaan dr iwan. yang membuat iwan lebih tersentuh adalah ketika ia melihat kakek tersebut memasukan uang yang iwan berikan ke dalam kotak amal di dekat warung nasi padang tersebut. ditengah tengah kesulitan beliau yang lagi dialami, kakek tersebut masih ingin beramal dan berbagi ke orang yang lebih tidak mampu darinya
iwan pun menangis. ia ngerasa kecil banget sebagai manusia. ia ngerasa ditunjukin sesuatu yang bener-bener hebat!
iwan berdoa semoga kakek itu dilancarkan segala urusannya, diberi kemudahan dan rejeki berlimpah, dan selalu berada dalam lindungan Tuhan
Sabtu, 11 Juni 2011
pengorbanan seorang pacar
Cewek : Pelan-pelan, aku takut!
Cowok : Tidak, Ini menyenangkan
Cewek : Tidak, Ini sama sekali tidak menyenangkan. Please, aku takut!!
Cowok : Baik, tapi katakan dulu bahwa kamu mencintaiku
Cewek : Aku mencintaimu! Sekarang pelankan motornya!
Cowok : Sekarang beri aku pelukan yang erat
(Lalu si cewek memeluknya)
Cowok : Bisakah kamu melepas helmku & kamu pakai. Helm ini sangat mengganggku!
(Si cewek itu pun menurutinya)
Keesokan harinya ada berita di koran sebuah sepeda motor menabrak gedung karena rem-nya blong.
Ada dua orang diatas motor itu, tetapi hanya satu orang yang selamat.
Yang terjadi sebenarnya adalah bahwa di tengah jalan saat kecepatan tinggi si cowok berusaha mengerem untuk memperlambat, tapi si cowok menyadari bahwa rem motornya rusak, tapi dia tidak ingin membiarkan kekasihnya tau
Dia meminta kekasihnya berkata dia mencintainya & merasakan pelukannya, karena dia tau itu unutk terakhir kali baginya.
Dia menyuruhnya memakai helm supaya kekasihnya akan tetap hidup walaupun itu berarti ia yang akan mati.
Pernahkah kamu mencintai seseorang sampai sebesar ini?? Ataukah hanya sebatas memperhatikannya, peduli, menelpon/mengirimkannya sms hanya untuk membuatnya bahagia?
Pernahkan kamu mengatakan "AKU MENCINTAIMU" padanya? Ataukah kamu menunggu untuk mengatakan itu disaat kamu berada dalam situasi seperti diatas motor itu?
Jika tidak, kamu masih punya kesempatan untuk mencintainya lebih lagi
from: rere&jerry
Rabu, 01 Juni 2011
dibalik kegagahan seorang ayah
Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya. Lalu bagaimana dengan Papa? Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?
Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil, papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu. Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya” Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka, tapi sadarkah kamu? Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA
Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba, tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang” Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi
Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata: “Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”, berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.
Ketika kamu sudah beranjak remaja, kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!” Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu. Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga
Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu. Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama. Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya. Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu
Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia :’) Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu. Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu
Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawati. Setelah perasaan khawatir itu berlarut-larut, ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu. Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang “Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa”
Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata-mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti. Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa
Ketika kamu menjadi gadis dewasa dan kamu harus pergi kuliah dikota lain, papa harus melepasmu di bandara. tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu? Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat. Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”. Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa
Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa. Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain. Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan. Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : “Tidak…. Tidak bisa!” Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu”. Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana. Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”
Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya, papa akan sangat berhati-hati memberikan izin. Karena Papa tahu, bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
Dan akhirnya saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia. Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis? Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa. Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: “Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik. Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik. bahagiakanlah ia bersama suaminya”
Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk. Dengan rambut yang telah dan semakin memutih dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya, papa telah menyelesaikan tugasnya
Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat. bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis. Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu, dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal
Sabtu, 21 Mei 2011
2 buah kadal

Rumah di Jepang biasanya memiliki ruang kosong diantara tembok yang terbuat dari kayu. Ketika tembok mulai rontok, dia menemukan seekor kadal terperangkap diantara ruang kosong itu karena kakinya melekat pada sebuah paku. Dia merasa kasihan sekaligus penasaran. Lalu ketika dia mengecek paku itu, ternyata paku tersebut telah ada disitu 10 tahun lalu ketika rumah itu pertama kali dibangun.
Apa yang terjadi? Bagaimana kadal itu dapat bertahan dengan kondisi terperangkap selama 10 tahun?
Dalam keadaan gelap selama 10 tahun, tanpa bergerak sedikitpun, itu adalah sesuatu yang mustahil dan tidak masuk akal. Orang itu lalu berpikir, bagaimana kadal itu dapat bertahan hidup selama 10 tahun tanpa berpindah dari tempatnya sejak kakinya melekat pada paku itu!
Orang itu lalu menghentikan pekerjaannya dan memperhatikan kadal itu, apa yang dilakukan dan apa yang dimakannya hingga dapat bertahan. kemudian, tidak tahu darimana datangnya, seekor kadal lain muncul dengan makanan di mulutnya …. astaga!!
Orang itu merasa terharu melihat hal itu. Ternyata ada seekor kadal lain yang selalu memperhatikan kadal yang terperangkap itu selama 10 tahun. Sungguh ini sebuah cinta…cinta yang indah. Cinta dapat terjadi bahkan pada hewan yang kecil seperti dua ekor kadal itu. apa yang dapat dilakukan oleh cinta? tentu saja sebuah keajaiban. Bayangkan, kadal itu tidak pernah menyerah dan tidak pernah berhenti memperhatikan pasangannya selama 10 tahun. bayangkan bagaimana hewan yang kecil itu dapat memiliki karunia yang begitu menganggumkan
from: kaskus.us
Rabu, 04 Mei 2011
gua? gua adalah gua!
sebuah titik hitam
yang akan menodai sebuah kertas
yang membuatnya menjadi sebuah kalimat baik dan buruk
aku adalah
sebuah peluru
yang siap dipakai untuk
menembak dan membunuh buruannya
aku adalah
seorang manusia
yang penuh dengan dosa dan kesalahan
yang kadang merasa bahagia dan sengsara
aku...
tidak peduli dengan suara
yang timbul dari hal yang aneh
yang tidak tau apa apa dalam masalahku
ayahku nomer 1
yang selalu mengeluarkan keringat
yah betapa aku lelah melihat tubuhmu
yang selalu di terpa panasnya terik matahari
yah betapa aku lelah melihat tubuhmu
yang selalu tegar akan semua cobaan ini
yah engkau selalu membuat ku malu
akan kesabaran mu
yah engkau selalu membuat ku malu
akan kerja keras mu
yah burung dara jantan yang telah engkau rawat
kini sudah dapat mengepakan sayapnya
dan siap untuk melambung tinggi ke langit yang penuh dengan polusi
yah kini waktunya burung dara jantan mu lah
yang engkau rawat dengan penuh kesabaran
akan mengepakan sayapnya untuk mu
created: jerry&rere
Senin, 04 April 2011
kata kata mutiara
- jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal, jika kita masih ingin mencobanya. jangan sesekali menyerah, jika kita masih merasa sanggup. jangan sesekali kita mengucapkan kita tidak mencintainya lagi, tetapi kita masih tidak bisa melupakannya
- cinta datang kepada orang yang mempunyai harapan, walaupun mereka telah dikecewakan
- jangan kita menyimpan kata kata cinta kepada orang yang tersayang hingga dia meninggal dunia. sehingga kita harus mencatat kata kata cinta itu
- sebaiknya kita mengatakan kata cinta tersebut selama kita masih ada hayatnya
- mungkin Tuhan menginginkan kita bercinta kepada orang yang salah, sebelum bertemu kepada orang yang tepat
- cinta dapat merubah pahit menjadi manis, debu menjadi emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, derita menjadi nikmat dan kemarahan menjadi ramah
- sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintai kita, tapi lebih menyakitkan mencintai seseorang tetapi tidak berani untuk menyatakan cinta itu
- seandainya kita ingin memiliki hati seseorang, anggaplah kita sedang memelihara setangkai mawar merah. kadang kala kita mencium harum mawar tersebut, tetapi ada kalanya kita merasakan sakitnya terkena bisa duri mawar tersebut yang menusuk jari kita
- hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kita bertemu seseorang yang sangat berarti bagi kita hanya untuk menemukan bahwa pada akhirnya menjadi tidak berarti dan kita harus membiarkannya pergi
- kadang kala kita tidak menghargai orang yang mencintai kita, sehingga kita kehilangannya. sehingga pada saat itu tidak ada lagi penyesalan karena perginya tanpa berkata lagi
- cintailah seseorang atas dasar siapa dia sekarang? dan bukan siapa dia sebelumnya? kisah silam tidak usah diungkit lagi. sekiranya kita mencintainya sepenuh hati
- hati hatilah kepada cinta karena bisa membuat orang sehat menjadi sakit, orang gemuk menjadi kurus, orang normal menjadi gila orang kaya menjadi miskin, raja menjadi budak jika cintanya itu disambut oleh pecinta palsu!
- lemparkanlah orang yang bahagia dalam bercinta ke dalam laut, maka dia akan membawakan seekor ikan. dan lemparkan seseorang yang gagal dlm bercinta kedalam segudang roti, maka dia akan mati kelaparan
- cinta adalah keabadian, dan kenangan adalah hal terindah dalam bercinta
- cinta mampu melunakan besi, menghancurkan batu, membangunkan yang mati, serta membuat budak menjadi pemimpin
- cinta yang sebenarnya adalah membiarkan orang yang kita cintai menjadi diri sendiri, dan tidak merubahnya menjadi yang kita inginkan. jika tidak kita hanya mencintai pantulan diri kita sendiri yang kita temukan didalam dirinya
- cinta bukanlah kata yang murah, tetapi cinta adalah anugrah Tuhan yang indah dan suci jika manusia dapat menilai kesucian
- bercinta memang mudah, dan dicintai memang mudah. tetapi dicintai oleh orang yang kita cintai itulah yang sukar diperoleh
- jika cinta hanya membawa kehancuran, sebaiknya cinta itu tidak usah hadir. karena cinta itu sesuatu yang membawa keindahan, dan kebahagiaan didalamnya
- cinta itu seperti kupu kupu. tambah dikejar, tambah lari. jika dibiarkan terbang, dia akan datang bila kita tidak mengharapkannya
- cinta dapat membuat kita senang, tapi bisa juga membuat kita sedih. tapi cinta akan indah bila diberikan kepada orang yang menghargainya. jadi janganlah terburu buru dan pilihlah yang terbaik
- cinta bukan bagaimana menjadi pasangan yang sempurnya bagi seseorang, tetapi bagaimana menemukan seseorang yang dapat membantu menjadi dirimu sendiri
- jangan pernah bilang I LOVE YOU bila kita tidak peduli dengannya, jangan pernah menyentuh hidup seseorang kalau untuk menghancurkan hatinya
- cinta yg sebenarnya bukan diukur dari berapa lama kita bersama atau berapa sering kita bersama. tetapi apakah saat kita bersama kita bisa mengisi 1 sama lain dan saling membuat hidup berkualitas
- memang sakit bila melihat orang yang kita cintai jalan bersama orang lain, tapi yang lebih sakit lagi kalau orang yang kita cintai tidak bahagia bersama kita
- cinta akan menyakitkan ketika kita berpisah dengan seseorang, tp yg lebih menyakitkan bila kita dilupakan kekasih. tapi ada yang lebih menyakitkan lagi apabila orang yang kita sayangi tidak tau apa yang kita rasakan
- cinta adalah semangat, cinta adalah kepercayaan,cinta adalah energi yang tidak dapat dimusnahkan
Jumat, 24 September 2010
motifasi hidup

Remaja asal Italia itu menggemparkan dunia dengan bakat besarnya. Valentino Rossi namanya. Bakat besar di tubuh anak muda kelahiran Urbino, Italia, 16 Februari 1979 itu sudah terpancar sejak masih berusia belia. Di usia sepuluh tahun, Rossi kecil menjuarai kejuaraan go-kart regional, mengalahkan lawan-lawannya yang berusia jauh di atasnya.
Di usia 14 tahun, membalap di kelas 125cc, Rossi telah mencatatkan diri sebagai juara nasional Italia. Tahun berikutnya, di tahun pertamanya bergabung dengan seri kejuaraan dunia 125cc, Rossi mampu menempatkan dirinya di urutan kesembilan. Hanya butuh setahun baginya untuk beradaptasi sebelum mendominasi dan meraih gelar juara dunia di kategori ini pada 1997, saat usianya masih 16 tahun.
Tahun berikutnya, 1998, Rossi naik kelas dan berlaga di kategori 250cc. Capaiannya di kelas menengah ini lebih menakjubkan lagi. Di tahun pertamanya itu ia langsung menjadi runner-up. Kendati demikian, tetap belum membuatnya puas. Setahun kemudian, gelar juara dunia 250 cc yang menjadi incarannya itu langsung diraih. Lagi-lagi, hanya butuh semusim baginya untuk belajar di kelas 250cc sebelum mengukuhkan diri sebagai yang terbaik di dunia di musim berikutnya (1999).
Capaian serupa terjadi pula saat ia naik ke kelas utama di tahun 2000 –saat itu masih berlabel 500cc. Setelah meraih posisi kedua di tahun pertama, Rossi yang menggunakan motor Honda langsung menjadi juara dunia di tahun kedua. Prestasi ini pun mengejutkan publik dunia.
Setelah itu, selama tiga tahun berturut-turut Rossi mempertahankan gelarnya di kelas utama. Selama itu pula ia merasa nyaman di atas motor Honda. Perpaduan bakat Rossi dan mesin Honda terlalu dominan bagi lawan-lawannya. Satu-satunya pesaing besar bagi Rossi datang dari sesama pembalap Honda. Selain itu, tak ada mesin lain yang mampu meladeninya.
Memasuki musim 2004, Rossi mengambil langkah yang menggemparkan. Ia meninggalkan Honda setelah tiga tahun bersama-sama menikmati kejayaan di kelas utama. Rossi lebih memilih bergabung bersama Yamaha yang saat itu terbukti tak mampu menyaingi kekuatan Honda.
Dengan bergabung bersama Yamaha, yang disangsikan mampu menyaingi kehebatan Honda, Rossi terancam tak lagi bisa mempertahankan gelar juara. Ia tak lagi favorit tanpa didukung oleh keunggulan mesin Honda. Mesin Yamaha yang digunakannya bukanlah tandingan Honda.
Namun Rossi tak bergeming. Keputusannya telah bulat untuk meninggalkan jok empuk motor Honda. Ia bahkan mengikat kontrak untuk masa dua tahun di Yamaha. Tahun lalu, Rossi berhasil membuktikan pilihannya. Ia kembali membuat publik terkejut dengan membawa Yamaha menjadi juara dunia setelah menunggu selama 12 tahun. Ia sekaligus mencatatkan diri sebagai pembalap kedua sepanjang sejarah yang berhasil menjadi juara dunia dua musim berturut-turut dengan mesin yang bebeda, setelah pembalap AS Eddie Lawson pada 1988 dan 1989.
Adalah motivasi untuk mengatasi tantangan yang membuat Rossi selalu berjaya di setiap kelas dan tim yang digelutinya. The Doctor, begitu Rossi dijuluki, tak pernah berhenti mencari tantangan yang lebih besar yang ada di depannya. Tantangan itulah yang memompa adrenalinnya.
Rossi adalah sosok seorang yang dinamis yang tak pernah berhenti dan merasa puas dengan apa yang telah dicapainya. Selagi masih ada tantangan yang lebih besar, maka ia akan mengejarnya. Ini semua telah dibuktikannya sejak pertama mengawali karier balapnya, mulai dari kelas 125cc, 250cc, 500cc, hingga MotoGP.
Di kelas utama, kendati tiga tahun berturut-turut menjadi juara, ia belum merasa puas selama masih ada tantangan yang lebih besar. Tantangan itulah yang ditemukannya di tim Yamaha. Sekarang, memasuki musim 2005, Rossi telah membuktikan mampu mengatasi segala tantangan yang mungkin ditemukannya. Ia kesulitan menemukan motivasi yang mungkin membuat adrenalinnya kembali bergolak. Inilah yang memunculkan kekhawatiran atas penampilannya di 2005.